0818399599 - 081318391699 - PIN : 73CC4CAE surjansjah@gmail.com

Mengatasi Masalah Keuangan Dengan Mengubah Belief

Mengatasi Masalah Keuangan Dengan Mengubah Belief

Tidak bisa kita pungkiri fakta tentangnya banyaknya orang yang bermasalah dengan finansial, entah itu karena managemen keuangan yang buruk, gaya hidup yang keliru atau yang berlebihan, ataupun tertimpa musibah yang menyebabkan hilangnya harta dalam jumlah yang banyak.

Untuk mengatasi masalah keuangan tersebut, tak jarang mereka yang berusaha mencari jalan pintas yang sebenarnya bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran yang mereka miliki, tapi karena kepepet, maka keterpaksaan dijadikan pembenaran. Di sisi lain, tidak sedikit pula mereka yang tetap bertahan dalam kesabaran, tetapi tetap tak terjadi perubahan yang signifikan, dari hari ke hari hanya memikirkan uang, uang, dan uang yang sepertinya sangat sulit didapat.

mengatasi masalah keuangan

Uang memang bukanlah segalanya, tetapi hampir segalanya butuh uang. Karena banyak hal dalam hidup ini yang harus ditukar dengan lembaran kertas bersimbol rupiah, dolar, atau mata uang lainnya, yang sebenarnya tidak ada nilainya, karena uang hanyalah alat tukar, hanya lembaran kertas bergambar yang dicetak dengan mesin, kita lah yang memberinya nilai dan memberinya harga.

cara mengatasi masalah keuangan

Bicara memang gampang, tapi faktanya memang seperti itu, kebanyakan kita menganggap uang itu sebagai sesuatu yang besar yang mengontrol hidup kita, padahal seharusnya kita lah yang mengendalikan uang, tapi kebanyakan orang menyerahkan kontrol hidupnya pada lembaran kertas bergambar ini, sehingga uang menjadi ‘Master’ sedangkan kita menjadi budak, bahkan mungkin ada yang sudah menuhankan uang secara sadar ataupun tidak.

Inilah sebenarnya yang harus kita luruskan, kita bukan budak uang, kita bukan hamba uang, tapi kita lah yang mengontrol keluar masuknya uang.

David Hawkins penulis buku Power VS Force mengatakan bahwa masalah uang adalah masalah kesadaran. Ini menjelaskan tentang kenapa seseorang sulit menarik keberlimpahan, karena dia berada di posisi terbalik, yaitu di level energi yang lebih rendah daripada uang. Level energi rendah yang berkaitan dengan masalah keuangan tersebut adalah rasa kekurangan, dan rasa takut kehilangan uang, sehingga uang menjadi punya power yang lebih tinggi karena kita mempersepsikannya seperti itu. Padahal kita seharusnya ada di level energi yang jauh lebih tinggi yaitu rasa syukur dan rasa berkecukupan.

Karena itu tidak jarang kita mendengar ketika seseorang tercerahkan tentang dimana dia seharusnya memposisikan uang di level kesadaran, hidupnya pun berubah menjadi lebih baik, dan keberlimpahan menjadi lebih mudah datang kepadanya. Tidak mudah menjelaskan soal kesadaran ini kepada semua orang, karena secara umum yang terpikirkan di kepala orang-orang adalah, “Kalau mau duit ya harus kerja, harus usaha, mana mungkin cuma mengubah kesadaran saja terus uang datang dengan sendirinya!”

Ya, mengatasi masalah keuangan memang harus dengan usaha, tapi usahanya pun harus dari dua sisi, yaitu usaha fisik dan usaha mental, dalam hal ini mengubah mindset, sudut pandang, atau belief system tentang uang itu sendiri, jangan sampai kita berusaha secara fisik dan hanya mengandalkan kerja keras dalam keadaan mental miskin sehingga perjuangan memperbaiki hidup menjadi terasa berat dan menyiksa, bahkan menyebabkan frustasi saat usaha tak kunjung terlihat membuahkan hasil.

Usaha mengubah belief tentang uang bisa dikatakan sebagai salah satu shortcut menuju keberlimpahan tetapi juga sekaligus bisa dikatakan sebagai usaha yang termasuk sulit jika usaha mengubah belief tersebut masih kalah oleh rasa kekurangan dan ketakutan yang mendominasi. Karena itulah manusia meneliti banyak cara yang ditujukan untuk menetralisir emosi-emosi negatif yang menghambat perubahan belief tersebut sehingga lahirlah banyak metode terapi yang salah satunya adalah hipnoterapi.

Belief tentang uang sangat erat kaitannya dengan masa lalu seseorang, seringkali berasal dari latar belakang keluarganya. Karena itu salah satu cara yang bisa kita tempuh untuk mengubah kesadaran tentang uang dapat dilakukan dengan cara menelusuri kembali apa yang pernah terjadi di masa lalu yang menyebabkan kita secara sadar atau tidak dijejali belief negatif tentang uang.

Misalnya Anda pernah menyaksikan orang tua Anda bertengkar karena masalah uang, atau bahkan orang tua Anda bercerai karena faktor uang. Sehingga secara tidak disadari tertanamlah di bawah sadar Anda bahwa uang itu adalah sumber masalah.

Ada juga kasus di mana seorang anak yang lahir di keluarga kaya raya tetapi melihat sang ayah suka menggunakan uangnya untuk main wanita, sehingga tertanamlah di bawah sadarnya bahwa dia tidak mau kaya, karena kalau dia kaya dia khawatir akan menjadi seperti bapaknya yang mempermainkan wanita.

Atau ada juga yang pernah didzalimi oleh orang kaya, sehingga tertanamlah belief yang menggeneralisasi bahwa semua orang kaya itu jahat, sehingga dia selalu menolak ketika peluang untuk jadi kaya itu datang padanya.

Bisa juga Anda pernah dinasehati oleh orang tua Anda bahwa uang itu sumber kejahatan, uang itu kotor, atau bahkan mungkin pernah ditanamkan belief yang mengatakan, “Gak perlu kaya, biar miskin yang penting bahagia”, atau, “Jangan mau jadi orang kaya, banyak godaannya,” dan Anda menerima belief itu begitu saja karena yang mengucapkannya adalah sosok figur otoritas bagi Anda, entah itu orang tua, guru, atau sosok orang yang Anda hormati dan Anda jadikan panutan.

Nah, setelah mengetahui sejak kapan belief negatif tentang uang itu tertanam di bawah sadar Anda, maka langkah selanjutnya adalah mengedukasi ulang bawah sadar dengan mengubah sudut pandang terhadap kejadian itu, atau tentang belief yang terbentuk itu. Misalnya:

Uang bukanlah sumber kejahatan, karena tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Miskin mungkin saja bisa bahagia, tapi bagaimana kalau kita bisa bahagia sekaligus kaya serta suka berbagi dengan sesama?

Jadi orang kaya banyak godaannya? Jangankan jadi orang kaya, jadi orang miskin pun banyak godaannya. Godaan itu bisa datang pada siapa saja, tergantung kita menyikapinya.

Punya orang tua yang bercerai karena masalah uang? Itu mereka, dan Anda bisa memutuskan serta memilih untuk tidak seperti mereka, justru karena peristiwa di masa lalu itulah, Anda bisa belajar untuk tidak mengalami hal yang sama.

Mengubah belief negatif yang terbentuk oleh trauma ataupun nasehat yang tidak tepat tentang uang umumnya akan melalui proses penerimaan, yaitu menerima semua yang telah terjadi di masa lalu, karena bagaimanapun semua itu sudah terjadi dan tak bisa diubah lagi, semua itu adalah bagian dari sejarah hidup Anda untuk menempa Anda menjadi tangguh dan bisa hidup lebih baik.

Setelah penerimaan, selanjutnya adalah proses memaafkan mereka yang telah menanamkan belief negatif tersebut pada Anda, lalu dilanjutkan dengan membuat keputusan untuk memilih belief baru tentang uang dan keberlimpahan dari sudut pandang yang lebih memberdayakan, bahwa uang itu adalah alat tukar yang bermanfaat, sesuatu yang mudah didapat, sesuatu yang bisa kita kendalikan tanpa perlu ada kemelekatan yang menganggap bahwa uang adalah satu-satunya bentuk dari keberlimpahan.

Saya doakan semoga Anda semua senantiasa berada dalam keberlimpahan yang berkah, tidak hanya keberlimpahan sebatas uang, tapi juga keberlimpahan kesehatan dan kasih sayang, serta keberlimpahan rasa syukur atas segala karuniaNya. Aamiin.

Cara Menjadi Orang Sukses Melalui Pembenahan Mindset
Bisakah Emosi Negatif Dihilangkan?

Share This: